Saturday, June 16, 2012

Disiplin, Benarkah Hanya untuk Anak?


Kata disiplin berasal dari bahasa Latin, discipulus, yang berarti “pembelajar”. Jadi disiplin itu sebenarnya difokuskan pada pengajaran. Bagi orang tua kebanyakan, seorang anak adalah murid dari para orang tuanya, sehingga mereka dibiasakan untuk dapat mematuhi apa yang disampaikan oleh orang tua.
Pada masa kini, rata-rata orang tua menerapkan hukuman sebagai metode untuk mendisiplinkan anak mereka. Terdapat berbagai macam hukuman yang diberikan orang tua kepada anak. Ada hukuman yang dapat memberikan dampak positif, namun ada juga yang dapat memberikan dampak negatif. Tidak semua hukuman patut dan dapat digunakan dalam mendidik anak.
Sebenarnya hukuman dan disiplin adalah dua hal yang berbeda. Hukuman biasanya diterapkan melalui cara ‘memaksa’ secara emosional atau bahkan ada yang sampai menggunakan kekerasan. Hukuman mungkin bisa diterapkan saat ini untuk meniadakan perilaku anak yang kurang baik atau tidak diinginkan, tapi hukuman tidak menjamin bahwa perilaku tersebut tidak akan muncul di kemudian hari.
Sementara disiplin seperti definisinya adalah suatu pengajaran, anak diajarkan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Pada pelaksanaannya biarkan anak memilih sendiri apa yang menjadi pilihannya dalam bertindak agar ia pun ‘belajar’ mengenai akibat dari perbuatannya sendiri.
Dalam menerapkan kedisiplinan pada anak, ada banyak hal yang harusnya dilakukan orang tua yang bersifat positif. Melatih anak disiplin berarti menjaga komunikasi yang baik dan sehat dengan anak, memantau perkembangan anak dari waktu ke waktu, dan mungkin bisa membuat semacam ‘peraturan kecil’ mengenai batasan perilaku anak. Misalnya, kita berkata pada anak “kamu harus sopan”, tanpa kita menjelaskan seperti apa yang dimaksud dengan sopan tersebut dan apa batasannya suatu perilaku dikatakan sopan dan tidak sopan.
Ketika orang tua menetapkan ‘peraturan kecil’ yang ditetapkan pada anak pun harus disesuaikan dengan kemampuan anak. Terkadang orang tua tidak adil dalam menerapkan peraturan. Misalnya, ketika sakit tidak boleh makan-makanan yang dilarang oleh dokter. Ketika anak sakit demam, maka orang tua akan melarang mereka makan ice cream. Lalu, pada saat bersamaan orang tua pun sedang sakit batuk namun orang tuanya makan gorengan. Anak mungkin ada yang langsung merespon “Ayah kan lagi batuk, kenapa makan gorengan? Kan ngga boleh?”. Kebanyakan orang tua akan menanggapi dengan alasan yang membuat anak akhirnya menerima bahwa hal tersebut tidak salah. Ketika anak melanggar hal tersebut maka orang tua akan menilai bahwa perilaku tersebut salah, tapi ketika orang tua yang melanggarnya, mereka memiliki beragam alasan yang menurut mereka masuk akal dan mau tidak mau anak harus menerima bahwa orang tuanya tidak salah. Anak seolah dipaksa untuk mengerti dan memahami orang tuanya tanpa mempertimbangkan kemampuan anak itu sendiri.
Contoh lainnya, anak dilarang menonton televisi hingga larut malam. Tetapi orang tuanya justru mencontohkan hal tersbut. Maka anak akan bertanya-tanya dalam benaknya, kenapa orang tua boleh sementara ia tidak. Di dalam rumah, anak belajar dari orang tuanya. Mereka akan melihat hubungan sebab akibat yang muncul, misalnya ketika mereka salah mereka akan dihukum dengan dimarahi. Secara tidak langsung, hal tersebut akan diterjemahkan oleh anak dalam pikirannya sendiri. Jika tidak ada penjelasan dari orang tua, maka jangan heran atau kaget jika suatu hari nanti anak akan marah ketika ia menganggap sesuatu salah atau tidak sesuai dengan yang diinginkannya. Kalau ada penerapan disiplin pada anak-anak, mungkin dibutuhkan pula penerapan disiplin pada orang tua.

Pondok Adzkia, 04 April 2012
17.02

Saturday, April 21, 2012

Satu Masa Tentang Perempuan

Aku belajar menerima,
jika kau terkadang tak bisa mengerti apa yang kuinginkan
karena aku merengek oleh hal sepele
karena aku menangis oleh kata-kata yang biasa saja
karena aku sedikit menggerutu oleh kejadian kecil saja
Entah bagaimana aku menerangkannya padamu
Aku seorang perempuan,
yang memiliki siklus tertentu
dimana emosiku terpacu lebih cepat
hingga mudah terbakar dan meletup-letup
dan itu waktu yang amat sulit kulewati
Kalau sulit bagimu memahaminya,
setidaknya biarkan aku begitu untuk beberapa saat
lalu redam aku dengan cinta yang kau punya..

Kutulis saat bulan sepenggalan naik..Pondok Adzkia,
05 April 2012, 19:17 pm* Mahasiswa Psikologi UPI 2009

Wednesday, March 21, 2012

Dan Aku Tak Meragukan Cinta

Cinta.. Adakah dari kalian yang dapat mendefinisikan cinta secara pasti? Kurasa semakin keras kita mendefiniskannya, semakin terbatas ruang lingkup cinta yang kita rasakan. Cinta adalah sebentuk emosi manusiawi yang merupakan anugerah dari Sang Maha Pencinta. Banyak para tokoh mencoba mendefinisikan cinta dengan beragam kalimat mereka sendiri. Dari sekian banyak definisi cinta yang bermunculan itu, ada sebuah kesamaan yang patut kita garis bawahi, cinta yang sesungguhnya membawa kita kepada hal-hal yang baik, yang mendekatkan kita dengan Sang Pemilik Cinta.
Cinta adalah bagian dalam kehidupan yang akan senantiasa hadir. Pernahkah kau dengar bahwa hujan adalah bukti cinta Allah kepada manusia? Saat hujan, Allah turunkan rahmatNya kepada kita. Hujan adalah salah satu bukti cinta. Apakah Allah biarkan bumi ini tandus dan gersang? Jawabannya tentu tidak. Allah turunkan hujan sebagai bukti cintaNya pada kita agar bumi ini sejuk dan pepohonan tumbuh subur. Tentu saja, itu karena cinta.
Cinta itu bermacam-macam, ada cinta kepada Allah, cinta pada manusia, cinta pada agama, cinta pada tanah air, cinta pada sebuah pekerjaan, dan masih banyak lagi. Ya, sangat banyak dan entah disadari atau tidak kita telah memutuskan menjadi seorang pecinta dalam kehidupan ini. Karena mencintai setiap hal adalah keputusan yang kita buat. Mencintai berarti siap memberikan cinta sepenuh hati, bukan sekadar mengharapkan cinta dari sesuatu yang kita cintai. Pertanyaannya, sudahkah kita benar-benar mencintai? Atau hanya baru mengucapkannya saja? Jika kau katakan kau mencintai Allah, sudahkah kau cintai segala hal yang Dia cintai? Sudahkah kau melakukan segala sesuatunya hanya karena Allah? Jika kau cinta pada orang tuamu, sudahkah kau taat kepada mereka? Atau masih juga membangkang dan membuat mereka menangis? Jika kau mencintai pekerjaanmu, sudahkah kau melakukan pekerjaan itu dengan penuh cinta? Atau kau hanya mengejar tahta dan harta semata?
Saat kita mencintai sesuatu, ada satu hal yang akan terasa dalam diri kita. Kebahagiaan. Cinta adalah sesuatu yang dapat membawa manusia menuju kebahagiaan. Sebagai contoh, jika seorang guru mencintai pekerjaannya demi memajukan anak bangsa, tentu ia akan bahagia dan sepenuh hati menyampaikan pelajaran kepada murid-muridnya. Dan tentunya murid-muridnya pun akan merasakan betapa guru itu mencintainya dengan ilmu yang diberikan kepada mereka. Tidak hanya sekadar mengejar materi ataupun jabatan.
Menumbuhkan cinta adalah perkara yang lebih mudah, dibandingkan pekerjaan cinta selanjutnya yaitu merawat dan mempertahankannya. Perjalanan bersama cinta akan beriringan dengan berbagai duri di dalamnya, yang terkadang membuat kita lupa akan cinta yang awal kita bangun, bahkan terkadang membuat terkikisnya cinta itu. Maka ternyata mencintai pun adalah sebuah tantangan dan tanggung jawab. Mencintai adalah tantangan untuk kita berkorban demi sesuatu yang kita cintai. Mencintai adalah tanggung jawab untuk mempertahankan kebahagiaan dalam cinta itu sendiri.
Lalu, bagaimana dengan cinta sejati? Cinta sejati bagi orang yang beriman adalah cinta kepada Rabb-nya. Cinta terbesar dan cinta yang paling hakiki. Sementara cinta yang lain, adalah dalam rangka mencintai karena Allah. Cinta sejati hanya pantas kita tujukan pada Allah, Sang Pemilik Cinta. Tak ada satupun alasan, yang dapat menggantikan posisi Allah dalam cinta sejati yang kita punya.
Sebagai seorang pecinta, tentu kita menginginkan cinta yang sama dari orang yang kita cintai. Kini pertanyaannya, layakkah kita dicintai? Jika cinta yang kita berikan bukan cinta yang tulus, maka pantaskah kita mendapatkan cinta yang lebih baik dari cinta yang kita berikan? Sebarkanlah cinta kepada semua orang dengan sepenuh hatimu, karena saat kita menebarkan cinta ke semua orang itulah, kita tengah mengundang cinta untuk datang.
Meskipun panjang lebar aku jelaskan, masing-masing dari kita tentu memiliki makna tersendiri atas cinta. Tidak selalu sama, tapi kadang juga tidak berbeda. Walau begitu, ternyata obrolan tentang cinta belum dan tak akan pernah selesai. Aku merasa cinta ternyata memang harus kuukir dalam kata, bukan untuk kuuraikan, tapi untuk kubuat cinta sebegitu meyakinkannya. Dengan rasa yang kuendapkan dalam bait-bait kata. Meski aku tau cinta yang nyata senyata-nyatanya hanya bisa kurasakan, bukan kuungkapkan. Cinta memang tak terlihat dan tak terdefinisikan, tetapi tak ada yang membuatku ragu akan keberadaan cinta. Karena cinta yang kumiliki, kusandarkan hanya kepadaNya.

Salsabila Althafunnisa

Monday, March 12, 2012

Pernikahan : Upaya Mengeja Cinta, Tak Sekedar Kata


Cinta, sebuah kalimat yang merupakan perpaduan antara makna yang mulia dan tanggung jawab yang besar. Cinta memiliki ribuan makna yang bahkan tak dapat diwakili oleh kata-kata saja. Cinta sebagaimana tergambarkan oleh orang-orang yang merasakannya, ia hanya dapat dipahami oleh orang yang mengalaminya.
Cinta sebenarnya merupakan perpaduan semangat ruh dan mental, sebelum pada akhirnya terjadi perpaduan fisik. Cinta bukan sekadar nafsu yang diaktualisasikan dalam hal-hal yang berhubungan dengan fisik. Namun, rindu yang terpaut antara jiwa dengan jiwa, bukan jasad dengan jasad. Mustahil dikatakan jika cinta adalah kunci kebahagiaan, jika dalam hati orang yang saling mencintai tidak ada perasaan yang tenang, ridha, dan tegar. Perasaan-perasaan tersebut tidak akan terwujud kecuali jika kedua sejoli yang saling mencintai itu tidak meyakini bahwa cintanya akan berakhir dengan memperoleh berkah Allah swt, direstui keluarga maupun masyarakat.
Cinta memang harus kita ungkapkan, tetapi ternyata ungkapan tak cukup membuktikan cinta. Cinta butuh pengorbanan, itu benar. Pengorbanan apa yang sebenarnya diinginkan cinta? Pengorbanan apa yang harus dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai? Bukan sekedar membagi perhatiannya, memberikan kasih sayang, dan mengucap kata cinta itu setiap harinya. Tetapi ada pengorbanan yang jauh lebih utama dari mencintai. Pengorbanan untuk berani mengambil tanggung jawab atas orang yang dicintai. Menikahinya dan bertanggung jawab akan dirinya. Karena ternyata pernikahan adalah cara paling cerdas untuk mengupayakan pengorbanan dan mengeja cinta lebih dalam.
Menikah memang bukan sebuah hal yang mudah seperti yang ada dalam teori yang banyak membahasnya, tetapi juga tidak terlalu sulit menurut beberapa orang yang sudah merasakannya. Ketika perhatian orang tua terasa tidak lagi mencukupi, derai tawa sahabat tak lagi cukup menyegarkan jiwa, mungkin saat itulah Allah tengah mengetuk hati kita untuk melaksanakan sunnah rasulNya (menikah).
Masa menuju pernikahan merupakan masa impian yang selalu teringinkan oleh setiap insan. Masa-masa yang mengemas mimpi-mimpi indah dalam kehidupan. Masa yang di dalamnya bunga-bunga di taman hati mulai bermekaran, mulai bersemi perlahan. Ya, itulah masa dimana khitbah disampaikan, demi menyongsong ikatan istimewa dalam perjanjian besar, mistaqan ghaliza. Pernikahan adalah cara yang tepat dalam mencintai lawan jenis. Karena dengan pernikahan kita bisa curahkan segala kasih dan sayang dengan jelas. Karena dengan pernikahan kita dapat saling menjaga dalam kebaikan. Karena pernikahan membukakan ridhoNya dalam kehidupan. Karena pernikahan adalah upaya mengeja cinta, tak sekedar kata “Aku Mencintaimu”, tapi juga kebersamaan yang menghasilkan kata “Seperti inilah Cintaku yang Nyata terhadapmu”.

Saturday, February 11, 2012

Kasih Sayang itu Everyone, Everywhere, and Everything

Pink, Mawar, Coklat, dan sebagainya sepertinya selalu menjadi raja pada bulan Februari. Yup.. Tepatnya pada Valentine’s day. Kata mereka yang merayakannya, ini adalah hari kasih sayang. Tapi kok hanya ada di 14 Februari ?

Kasih sayang itu kan sifatnya dinamis, bergerak terus sesuai suasana hati yang mengalir. Jadi, baiknya setiap hari dijadikan hari kasih sayang dan nggak hanya untuk satu orang, tapi untuk semua orang. Sebagai mahasiswa yang punya rasa ingin tahu yang tinggi, tentunya harus mengetahui asal – usul hari ini, bagaimana kronologi sejarahnya, bagaimana kisahnya, siapa tokohnya, dan lain – lain.

Menurut legenda, hari valentine berasal dari kerajaan Romawi, tentang cinta seorang narapidana yang bernama Valentino kepada perempuan yang ternyata masih saudara dengan orang yang memasukkan ia ke penjara. Konon, Valentino dipenjara karena melawan Kaisar Romawi dengan melaksanakan pernikahan. Menurut Kaisar, pemuda hanya ditakdirkan untuk menjadi prajurit yang gagah saat perang. Nah,, dari sinilah akhirnya kaisar bertindak sewenang – wenang. Pernikahan yang dilaksanakan oleh Valentino sebagai salah satu bentuk pemberontakan terhadap kaisar, namun “sepandai – pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga”. Begitulah nasib Valentino, hingga ia akhirnya dipenjara dan meninggal di penjara tersebut tanggal 14 Februari.

Ada pula versi lain. Seorang pendeta yang menikahkan seorang pemuda bernama Valentino dengan seorang perempuan yang tak mendapatkan restu orang tua sang perempuan. Karena putus asa, Valentino dibunuh oleh orang tua kekasihnya pada hari pernikahannya, tepatnya tanggal 14 Februari. Bahkan, kekasihnya pun tewas seketika karena meminum racun. Tragis!

Masih banyak lagi versi lain tentang sejarah hari Valentine. Tapi, coba lihat kembali 2 cerita di atas, apa yang terbersit dalam pikiran kalian ? Sadar atau tidak, justru hari yang disebut – sebut Hari Kasih Sayang adalah hari dimana seseorang diambil nyawanya. Bukan hari terciptanya kasih sayang. Kalau hari terciptanya kasih sayang, yaitu hari kelahiran kita ke dunia, karena di hari itu pertama kalinya kita mendapatkan kasih sayang nyata dari orang tua kita.

Bisa dibilang kita ikut – ikutan dengan kebudayaan luar. Coba buka kalender, tanggal 14 Februari, apakah libur dan dinyatakan sebagai hari besar ? diberi tinta merahkah ? TIDAK sama sekali. Jadi, memang tidak ada perayaannya. Kasih sayang memang ada, tetapi bukan hanya untuk kekasih, melainkan untuk semua orang. Bukan hanya di 14 Februari, tetapi di setiap hari.

Cinta dan kasih sayang memang anugerah dari Tuhan, tapi kita juga harus memahami bagaimana cara mencurahkannya dengan tepat. Kasih sayang itu nggak butuh bunga mawar, karena bunga mawar akan layu nantinya. Tidak juga dengan coklat, yang akan meleleh jika dipanaskan. Kasih sayang tak dapat diukur dengan barang – barang tersebut.

So,, masihkah mau merayakan hari Valentine yang pada kisahnya ternyata justru hari yang merenggut nyawa orang lain..?? Hanya mau mengungkapkan kasih sayang itu pada tanggal 14 Februari? Masih banyak hari lain kawan, setiap hari adalah hari yang harus kau hiasi dengan kasih sayang, dimanapun kau berada, kepada siapapun, dan kapanpun. Tak hanya bunga mawar atau coklat yang dapat menjadi bentuk ungkapan kasih sayang, kata-kata dan perbuatan pun dapat menjadi ungkapan kasih sayangmu terhadap semua orang.. :)
“Cinta dan kasih sayang diibaratkan seperti sarang lebah yang terus dibangun kemudian semakin besar dan berisi, yang isinya pun dapat memberi manfaat pada orang lain. Rasa itu juga dijaga dengan amanah dan tanggung jawab serta dilingkupi rasa pengertian dan saling menjaga hati satu dan yang lain. Menjaga kesuciannya hingga tiba waktunya untuk diambil. ”

Friday, February 10, 2012

Tak Pernah Berpikir untuk Tak Pulang

Sungguh, tak pernah terbersit dalam pikiranku bahwa ini tak akan pernah usai.. Semua ini telah sampai pada titik jenuh, namun belum saatnya untuk berakhir.. Suatu hari yang tepat dan tentu yang akan lebih indah akan hadir, saat itu semua ini akan berakhir.. Saat itu semua ini akan usai, tapi bukan usai untuk lantas berhenti melainkan usai dan sampai di tempat pemberhentian baru yang akan memulai sesuatu yang baru, semua ini akan ada lagi setelah itu namun dengan jejak yang baru..

Aku tahu, hati ini ingin semua ini usai saat ini juga. Tapi bukan berarti aku ingin berhenti, aku hanya ingin usai sesaat demi sebuah saat lain yang juga akan hadir dan memunculkan cerita baru lagi.

Semua yang sekarang kujalani tak lebih dari sebuah keinginan untuk terus belajar menata, menyusun, hingga suatu saat 'kan kuterima yang lebih dari ini. Suatu hari nanti aku pun harus menatanya untuk cerita yang lain.. Apa yang kini kulewati ingin kulalui dengan tenang, dengan segenap kemampuanku, dengan segenap hatiku, dengan segenap keinginan bahwa aku akan melaluinya dengan penuh kecintaanku pada semua yang telah kupilih.

Aku tak juga berpikir untuk tak pernah kembali, aku tak penah berangan untuk tak pulang, namun aku ingin bertahan. Aku ingin disini. Aku ingin sejenak menikmati dinamika yang ada saat ini, aku ingin menikmati tawa dan tangisnya ada disini. Aku ingin menemani mereka disini.

Aku tahu mungkin sedikit ini terdengar egois, ini terdengar menyebalkan, tapi kuyakinkan sekali lagi ini bukan alasan, ini keinginan.. Maaf jika ini membuat kesan lain tentang semua ini, tapi satu hal kutekankan kembali bahwa aku pun rindu. Aku rindu semua, kebersamaan yang pernah terajut, keindahan tawa, kepiluan sendu, semua begitu kurindukan. Namun ada saat yang lain yang jauh lebih indah untuk ini semua. Dan aku akan tetap rindu, hingga kapanpun. Untukmu.. Ibu..

Thursday, January 26, 2012

Semangat dari Masalah

dakwatuna.com - Sedari lahir kita adalah pemenang dari sekian banyak sel telur yang berhasil dibuahi sperma. Dan sejatinya kita adalah pemenang. Pemenang yang di pilih Allah untuk menyampaikan risalahNya dengan berbagai kemampuan yang Allah titipkan dan dalam kesempatan apapun.
Mengapa selanjutnya kita sering merasa kalah dan menjadi pecundang? Banyak orang menunggu di berikan semangat oleh kita. Jangan pernah berpikir, “itu kan urusan Anda, bukan urusan saya jadi mengapa saya harus peduli?” Seorang teman pernah berkata, bahwa dengan kita bisa memotivasi orang lain, maka secara otomatis kita akan termotivasi.
Kita menjadi pemenang manakala kita mampu membuat diri kita bahagia dan membahagiakan orang lain, dengan kapasitas yang kita miliki tentunya. Salah satunya adalah dengan menyuntikkan semangat pada siapa saja yang membutuhkan. Tak perlu menunggu menjadi sukses untuk bisa memberikan kekuatan pada seseorang yang sedang lemah. Lebih baik berbagi dengan yang sedikit daripada tidak sama sekali. Karena sukses sendiri adalah ketika mampu berbagi semangat bahkan di kala kita lemah dan bangkit bersama menatap dunia. Tanpa sadar, hati dan bibir kita akan menyunggingkan senyum manakala ada secercah semangat yang kita hadirkan untuk orang lain. Siapa pun itu, baik yang kita kenal maupun tidak.
Karena pada dasarnya tiap manusia itu terlahir dengan membawa masalah. Masalah yang Allah berikan bukan tanpa makna. Karena dari masalah kita akan menemukan banyak pelajaran dan hikmah, bagi kaum yang berpikir. Termasuk diri kita. Masalah yang selalu hadir satu paket dengan penyelesaiannya. Masalah yang terkadang membawa kita pada keterpurukan, yang ketika kita bangkit akan membuka mata hati kita untuk melihat dunia dengan cara pandang yang berbeda. Semua itu tak lepas dari campur tangan Allah Ta’ala dan kedekatan kita padaNya. Karena sesungguhnya Allah tak pernah menyengsarakan hambaNya. Namun tak semua orang mampu membuka sendiri mata hatinya saat melihat masalah datang. Banyak yang terlena dan justru menjauh dariNya, menyalahi takdir. Masalah boleh datang memenuhi pikiran, tapi jangan sampai mengacaukan hati untuk selalu mengingatNya. Terus berusaha positive thinking. Bukalah setitik pencerahan yang Allah titipkan melalui perantara apapun dan siapa pun. Karena itu adalah cara Allah untuk membuka mata hati kita untuk mengingatkan bahwa Allah selalu ada untuk kita. Tak pernah sedikit pun Ia meninggalkan kita.
Manakala kita terpuruk, mungkin kita telah meninggalkan secercah semangat yang berusaha berlari mengejar kita yang mendahuluinya dengan menggenggam kesedihan. Kesedihan adalah lumrah. Karena dengan begitu kita akan menghargai  hadirnya kebahagiaan. Tapi jangan pernah memanjakannya. Jadi ketika masalah datang, tempatkan kesedihan di tangan kiri dan taruh semangat di tangan kanan. Supaya ketika ada orang yang membutuhkannya, kita dapat langsung memberikannya.  Abaikan kesedihan dan lemparkan semangat ke seluruh dunia. Berikan senyum terindah dari hati. Biar kesedihan menjadi konsumsi kita dan serahkan kepada Allah. Biar Allah saja yang membantu kita. Cukup Allah.
Allahua’lam.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/01/17553/semangat-dari-masalah/#ixzz1kccAHGST

untukmu yang karena Allah aku merindukanmu

Bismillaah.
Duhai ikhwan yang kelak kau ada di sisiku setiap saat..
Ketika menuliskan ini sungguh aku bercucuran air mata dari telaga di sudut-sudut mataku, karena baru kali ini aku menulis dengan membawa segenap hatiku ke dalamnya,
karena baru kali ini aku menulis dengan penuh cinta dan kasih yang amat terasa,
karena baru kali ini aku beranikan diri untuk mengungkapkan segalanya kepadamu,
karena baru kali ini aku sengaja membuat tulisan yang aku ingin kau membacanya,
karena baru kali ini butiran cintaku tak kuasa terbendung ketika aku ingat perjalanan kita,
dan karena baru kali ini aku menulis untuk seorang ikhwan..

Duhai ikhwan yang karena Allah aku mencintaimu,
Aku adalah akhwat yang kelak kau bimbing dalam langkah-langkah menujuNya..
Aku adalah akhwat yang kelak menjadikanmu teladan dalam keseharian..
Aku adalah akhwat yang kelak ada dalam suka dan dukamu..

Duhai ikhwan yang karena Allah aku merindukanmu,
Darimu aku belajar tentang kesabaran, saat dalam penantian akan dirimu..
Darimu aku belajar tentang keikhlasan, saat aku menerima segala yang ada dalam dirimu tanpa aku rencanakan sebelumnya..
Darimu aku belajar tentang kedewasaan yang sesungguhnya, saat kita menapaki titian pernikahan ini..
Darimu aku belajar tentang pantang menyerah, saat kita melalui hari-hari penuh cobaan akan penantian yang sungguh terasa panjang ini..

Ya mujahidku, penantian ini, bagiku adalah penantian yang begitu panjang dan penuh liku..
Di dalamnya terdapat onak dan duri yang senantiasa menghiasi perjalanan kita, sehingga aku harus menjadikan hatiku seperti telaga yang airnya tak pernah habis, agar kesabaranku pun tak ada habisnya..
Di dalamnya terdapat senyum dan tawa yang melengkapi keindahan penantian ini, sehingga aku harus ekstra dalam menambah cintaku padaNya agar aku senantiasa melantunkan syukur dalam doa-doa yang kupanjatkan..
Di dalamnya terdapat sakit dan tangis yang menambah matang kedewasaan kita, sehingga aku harus meninggikan keikhlasan yang kupunya dan memusnahkan egoku agar kita tak sama-sama menjadi api dalam waktu bersamaan..

Duhai ikhwan yang tatapannya kelak meneduhkan hati,
Ada kalanya aku lelah, tapi aku tau lelah yang kurasa tak selelah perjuanganmu..
Ada kalanya aku ingin marah, tapi aku sadar bahwa marahku hanyalah keinginan seorang anak-anak yang ingin kau perhatikan dan untuk itu aku harus memperhatikanmu lebih dulu..
Ada kalanya aku ingin kau pahami, tapi aku tau kau selalu berusaha memahami diriku bahkan lebih baik dari yang kupinta padamu..
Ada kalanya aku ingin menangis, tapi terkadang aku menyembunyikannya karena aku tak ingin kau dipusingkan dengan tangisanku..
Ada kalanya aku akan membuatmu merasa sedih, sungguh bukan karena aku ingin menyakitimu tapi aku ingin kau mengetahui segala hal tentang diriku tak hanya soal bahagiaku tapi juga sedihku..
Ada kalanya aku kau anggap begitu tak peduli, bukan sama sekali,  aku sungguh peduli tapi aku mungkin tak tau cara seperti apa yang dapat kugunakan untuk mengungkapkan kepedulianku itu, maka kumohon ajari aku akan hal itu..
Ada kalanya aku menangis dan tak mengakuinya padamu, ketahuilah aku menangis bukan karena aku lemah, tapi aku manusia yang berperasa, dan dengan menangis aku merasa  lebih tenang dan nyaman, maka genggam tanganku dan izinkan aku menangis di pelukanmu karena itu membuatku jauh lebih tenang ..
Ada kalanya aku kau anggap begitu kekanak-kanakan, bukan sama sekali, aku tak ingin menjadi anak-anak seperti yang kau katakan, tapi aku sedang mencoba masuk ke dalam dirimu dengan cara yang kupunya karena aku tau kau begitu menyukai anak kecil..
Bahkan ada kalanya aku yang membuatmu begitu marah, tapi kumohon saat itu nasehati aku dengan penuh hikmah, bukan dengan terpaan tanda seru yang menghujam, karena sungguh aku pun memiliki sifat wanita yang lemah pada kelembutan..

Duhai ikhwan yang kelak senantiasa memancarkan mahabbah yang cerah,
Ketika kau tengah bercerita dengan penuh gelora, mungkin aku akan diam saja mendengarkan, bukan tak mau menanggapi ceritamu atau menganggap ceritamu tak menarik, tapi karena aku seorang yang dilatih keahliannya dalam mendengarkan dan saat itu aku ingin membiarkanmu meluapkan keceriaanmu yang memang begitu kurindukan..
Ketika aku hanya ingin menceritakan hal-hal yang ringan, bukan karena aku tak mau berdiskusi denganmu, tapi karena aku seorang yang dilatih kecerdasannya dalam memahami apa makna dari sikap dan air muka seseorang dan saat itu aku melihatmu tengah penat..
Ketika aku tersenyum menatapmu dengan tatapan sedikit sayu dan bersandar di bahumu, bukan karena aku memintamu memanjakanku, tapi karena aku ingin sekadar menekankan bahwa kini kau juga punya aku di sisimu..
Ketika aku bertingkah layaknya anak kecil, bukan karena aku ingin kau perhatikan, tapi aku ingin membiarkanmu sedikit terlena  dalam kemanjaan dan keceriaanku yang tak mungkin kau dapatkan di medan perjuangan dan sekadar untuk melepaskan beban pikiranmu..
Ketika aku tak berterus terang akan sakit yang tiba-tiba muncul di tengah pekatnya malam, bukan karena aku tak mau jujur padamu, tapi karena aku ingin kau tetap terlelap dalam tidurmu yang nyenyak agar kau tidur cukup dan tidak lelah ketika menjalankan qiyamul lail..

Duhai ikhwan yang karena Allah aku ingin menjadi pendampingmu kelak,Sungguh ikhwanku, ada banyak hal yang kulakukan yang mungkin kau tak memahaminya karena aku melakukannya dengan caraku sendiri, bukan dengan caramu, maka kuminta kau sabar karena saat itu sebenarnya aku tengah mempelajari dirimu agar dapat melakukan hal-hal tersebut dengan cara yang kau inginkan..




Salsabila Althafunnisa
27 Januari 2012 - 04.22

Monday, January 23, 2012

komitmen..

Kalau mendengar kata komitmen, rasanya adalah hal yang begitu sering diperbincangkan dalam suatu organisasi. Dalam tahapan open recruitment saja, sudah banyak pertanyaan mengenai sejauh mana komitmen kita jika masuk dalam organisasi tersebut. Ya, menurut saya komitmen memang harus ada dalam berorganisasi. Untuk menjalankan ibadah saja kita perlu komitmen yang kuat, begitu pula dengan organisasi.
Ada dua pendekatan dalam merumuskan definisi komitmen dalam berorganisasi. Yang pertama melibatkan usaha untuk mengilustrasikan bahwa komitmen dapat muncul dalam berbagai bentuk, maksudnya arti dari komitmen menjelaskan perbedaan hubungan antara anggota organisasi dan entitas lainnya (salah satunya organisasi itu sendiri). Yang kedua melibatkan usaha untuk memisahkan diantara berbagai entitas di mana individu berkembang menjadi memiliki komitmen. Kedua pendekatan ini tidak compatible namun dapat menjelaskan definisi dari komitmen, bagaimana proses perkembangannya dan bagaimana implikasinya terhadap individu dan organisasi (Meyer & Allen, 1997).
Alasan klasik yang paling sering muncul ketika seseorang berkurang komitmennya adalah karena tak ingin kuliah terbengkalai. Adalah hal biasa jika mahasiswa bolos kuliah, bahkan cuti kuliah atau mengundurkan diri sekaligus dengan alasan berkorban demi kemajuan organisasi yang diikuti sekarang. Saya pernah sedikit membaca mengenai sense belongness yang tercakup dalam buku Psikologi Sosial karya Gerungan. Sense belongness atau rasa keikutsertaan dan rasa bertanggungjawab organisasi memang penting ada. Dan bahkan harus ada agar eksistensi dari suatu organisasi tersebut bisa terus berlangsung. Namun sense belongness ini juga yang digunakan sebagai alasan untuk meninggalkan tujuan utama yaitu kuliah. Kalau kuliah terbengkalai, rasanya tak adil kalau menyalahkan organisasi atau justru meninggalkan organisasi. Karena dalam organisasi-lah kita bisa menempa diri dan meningkatkan kapasitas diri, contohnya dalam hal time management. Semakin kita aktif, kita juga terlatih untuk semakin menghargai waktu yang kita punya, perkara waktu kegiatan di organisasi yang bentrok dengan kuliah, toh bisa tetap dilaksanakan kedua-duanya kalau kita mau. Organisator yang tangguh adalah orang yang pandai mengatur space-space kehidupannya. Jika hal ini yang terjadi maka terwujudlah suatu keseimbangan.
Dalam Psikologi Industri dan Organisasi, ada teori behavioral commitment dimana anggota dipandang dapat menjadi berkomitmen kepada tingkah laku tertentu, daripada pada suatu entitas saja. Sikap atau tingkah laku yang berkembang adalah konsekuensi komitmen terhadap suatu tingkah laku. Contohnya anggota organisasi yang berkomitmen terhadap organisasinya, mungkin saja mengembangkan pola pandang yang lebih positif terhadap organisasinya, konsisten dengan tingkah lakunya untuk menghindari disonansi kognitif atau untuk mengembangkan self-perception yang positif.

Saturday, January 21, 2012

sharing is giving without losing anything

Teringat perkataan seseorang beberapa waktu yang lalu, saat saya membutuhkan seorang pendengar, saat masalah membuat saya penat dan tak tahu harus berbagi pada siapa, dia mau menjadi pendengar saya tanpa syarat. Awalnya ada keraguan untuk bercerita, karena saya termasuk orang yang tak begitu saja percaya pada orang lain, tapi untuk yang satu ini, keraguan itu tampaknya tak begitu terlihat, dan tak butuh waktu lama untuk kemudian memutuskan menceritakan masalah saya padanya.

Sedikit saja, itu di awal. Sebenarnya yang ingin saya bahas kali ini adalah tentang sharing atau yang biasa kita sebut dengan curhat (curahan hati). Kita beranjak ke pengertian curhat itu sendiri, curhat adalah pengungkapan mengenai hal – hal yang biasanya bersifat personal kepada orang lain. Tapi, curhat berbeda dengan pengaduan. Pengaduan lebih sering dipakai untuk hal - hal yang bersifat sosial. Curhat juga berbeda dengan konseling. Konseling lebih bersifat personal – formal, jadi kalau konseling, kita mengungkapkan hal – hal personal kita tetapi ada profesional, bahkan, terkadang konseling juga kadang harus bayar . Jelas berbeda, karena curhat itu lebih sering gratis (bayarnya pulsa telepon atau sms saja kalau menggunakan telepon atau hp). Hal yang paling mendasar dari konseling adalah bimbingannya. 

Seiring dengan kemajuan teknologi, praktek curhat juga semakin maju caranya. Bayangkan saja, saat ini ada stasiun radio yang khusus menangani orang yang ingin curhat, ada provider telepon seluler yang membuka nomor khusus untuk curhat, ada mailing list khusus yang memang didesain untuk keperluan curhat. Bahkan, tak sedikit website yang berubah fungsinya menjadi semacam tempat untuk curhat - curhatan antar membernya.

Kenapa banyak orang yang menempuh cara curhat ? Adakah manfaat yang bisa dipetik dari cara demikian ? Memang ada pendapat yang berbeda - beda soal hal ini. Dari sebagian orang yang saya tanya, ada yang menganggap curhat itu kurang kerjaan. Masalah itu tidak selesai dengan curhat. Curhat itu adalah lambang kecengengan. Tapi, tidak sedikit yang menganggap curhat sebagai salah satu kebutuhan. Curhat bisa menormalkan emosi kita, bisa menyumbangkan pikiran, dan bisa melegakan batin. Meski masalah tidak selesai dengan curhat, tetapi biasanya sehabis curhat kita merasa plong atau lebih ringan.

Kalau dilihat dari teorinya, memang ada banyak penjelasan yang bisa dipahami bahwa curhat itu termasuk kebutuhan sosial manusia. Di antara kebutuhan sosial itu misalnya : ingin ditemani, ingin ada orang yang merasa senasib, ingin dipedulikan, ingin dihargai, ingin dianggap, ingin didengarkan, dan seterusnya. Kata sebuah bait puisi yang pernah saya baca, sumbangsih yang paling berharga untuk sesama kita adalah kesediaan untuk saling mendengarkan. 

Menurut Horney ( 1945 ), setiap orang itu pada dasarnya memiliki tiga kebutuhan dasar. Kebutuhan pertama adalah kebutuhan untuk mendekati orang lain / orang banyak, gunanya agar mendapatkan cinta / pengakuan. Curhat bisa masuk dalam kebutuhan ini. Kebutuhan kedua adalah kebutuhan untuk menjauhi orang banyak, gunanya agar memperoleh kebebasan dan kemandirian. Sedangkan, kebutuhan ketiga adalah kebutuhan untuk menentang orang banyak, guna mendapatkan kekuasaan atau kekuatan.

Terlepas dari pernyataan berguna atau tidak, tapi prakteknya ini kerap kita lakukan atau sulit dihindari untuk tidak melakukannya. Karena itu, mungkin di sini yang diperlukan adalah melihat kapan dan bagaimana curhat itu kita lakukan. Curhat-lah hanya pada orang yang menurut kamu itu layak. Layak di sini pengertiannya mungkin layak dalam menjaga rahasia pribadi, layak dalam menangani masalah, layak secara kedekatan hubungan, dan seterusnya. Jangan pula curhat kepada semua orang atau sembarang orang. Lain lagi kalau niat kita memang hanya untuk iseng. Selain itu, curhatlah hanya ketika kita mendapati masalah - masalah yang memang perlu curhat. Misalnya saja, kita menghadapi masalah yang masih belum terbayang bagaimana menanganinya. Saat itu kita butuh pembanding, butuh konfirmasi ( penguat ) dari orang lain, butuh informasi, dan sebagainya. Jangan curhat untuk semua masalah. Ini berpotensi menghilangkan power personal atau bisa dianggap kita ini cengeng atau selalu mengeluh. Bedanya terkadang sangat tipis dan tidak ketahuan. 

Curhat juga harus pada waktu yang tepat atau yang kira-kira tidak mengganggu orang yang kita curhati. Jangan sedikit - sedikit curhat atau curhat terlalu lama. Perlu kita ingat bahwa ketika kita sedang sangat butuh untuk curhat, umumnya kondisi emosi kita tidak stabil. Mungkin stress, depresi, atau mungkin sedang merasa terhimpit. Dalam kondisi semacam itu, biasanya kita cenderung "agak memaksa" orang lain. Kita ingin secepatnya dipahami oleh orang lain lebih dulu. Padahal kita juga perlu memahami orang lain. Karena itu, yang dibutuhkan di sini adalah pengendalian diri. Jangan sampai kita mengesampingkan kebutuhan untuk memahami orang lain meski keinginan kita adalah untuk dipahami secepatnya.

Curhat – lah untuk berbagi pengalaman, pengetahuan dan perasaan. Meski kita yang punya acara untuk curhat itu, tapi jangan lupa juga untuk memberikan kesempatan bicara kepada orang yang kita curhati. Ajukan pertanyaan seputar pengalaman dan pengetahuannya tentang persoalan tertentu. Jangan sampai kita curhat hanya untuk curhat. Walaupun ini sah juga tapi alangkah baiknya kalau kita juga mendapatkan manfaat yang banyak. Selain itu, dapatkan juga dukungan. Agar ini tercapai, kita harus tahu orang yang tepat untuk dicurhati.

Curhatlah untuk tujuan yang positif dan konstruktif. Ini demi kebaikan kita atau demi untuk memperbaiki situasi. Kenapa perlu dibatasi ? Terkadang kita curhat dengan menjelek - jelekkan orang lain yang intinya malah memperkeruh suasana. Masalah kita dengan orang lain dan apa saja yang dilakukan orang lain atas kita memang butuh penjelasan. Tapi, penjelasan disitu sifatnya untuk membeberkan fakta atau memberikan perspektif yang lebih utuh. Ini agar diketahui apa saja yang sebaiknya kita lakukan. Yang jangan sampai adalah penjelasan itu kita bumbui dengan fitnah, adu domba, kedengkian, manipulasi fakta, dan seterusnya. Ini berbahaya buat kita sendiri dan orang lain tentunya.


Sekilas mengenai curhat telah selesai saya jelaskan tampaknya. Dari sinilah semoga kita semakin memahami apa artinya “sharing is giving without losing anything”, karena curhat memang diperlukan. Curhat juga tidak akan membuat kita kehilangan apapun dalam diri kita, selama kita bisa menempatkan curhat itu tepat waktunya, penyampaiannya, dan orang yang kita curhati.

berhenti membelenggu diri dalam kekecewaan

setiap yg terjadi di dunia ini telah tertulis jauh hari sebelumnya dalam catatanNya..
tapi terkadang itu terlupakan saat diri sibuk melayani keinginan untuk mengeluhkannya,
saat diri sibuk mengurusi kejenuhan dalam menghadapinya,tanpa terpikirkan apa yg dipersoalkan sesungguhnya..
tentang sakit,tentang jenuh,tentang segala yg terkait dengan ketidaksenangan,
apapun itu,itulah yg telah ditetapkan untuk kita..
tapi bukan lantas menyalahkan keadaan, 
karena kita acap kali lupa keadaan seperti itu kita yg memulainya sendiri,
karena pilihan kita sendiri yg akhirnya mengharuskan kita menghadapi keadaan tak menyenangkan seperti itu..
sekarang,kala diri tengah terbangun sadar,mungkin evaluasi akan sedikit membantu..
tentang sakit yg menyerang, tentang kecewa yg menyelimutinya, 
tentang bosan yg semakin melengkapinya,,
harus ada penyikapan yg bijaksana sepertinya.
bukan lagi esok,tapi sekarang..


Allah,,
ampuni kami yg terlalu sibuk mencela nikmat sakit dan kecewa ini,
padahal nikmatmu yg lain tak terhitung,
nafas kami,detak jantung kami,aliran darah kami,kedipan mata kami,pita suara kami,pendengaran kami,,
semua itu seolah tak kami syukuri,
padahal Kau dengan ikhlas memberinya pada kami tanpa kami harus minta sedikitpun..
Allah,,
jangan hukum kami yg telah mendzolimi diri kami sendiri,
sibuk mencari-cari ketidaksenangan padahal nikmatMu masih banyak bertebaran di muka bumi ini..
Ampuni kami,
tetapkan hati kami untuk senantiasa bersyukur atas segala yg kau titipkan pada kami termasuk sakit dan kecewa ini..aamiin..


ingat sahabat.. "semakin lama kau mengeluh,,semakin lama jg kau menunda banyak hal,,semakin banyak pula waktu yang kau habiskan.."
terkadang kekecewaan juga berawal dari kebiasaan 'mengeluh' yang kita lakukan..
Allah ga pernah menciptakan atau memberikan sesuatu tanpa tujuan..
jadi untuk apa kita mengeluh..
diri kita ini milik Allah,jadi Dia berhak atas segala yang terjadi pada kita..
masih mau kecewa?
percayalah sahabat, Allah lebih tau apa yang kita butuhkan
dan Allah punya rencana yang jauh lebih indah dari apa yang kita rencanakan..


be happy.. :)

semakin cinta hujan.. :)

Suatu hari Umar Bin Abdul Aziz, khalifah yang 2 tahun kepemimpinannya bisa mengubah dunia, tertawa melihat orang berlarian menghindari hujan.
Ia berkata, hujan itu baru rahmat Allah, begitupun banyak yang menghindar, apalagi kalau yang datang azab Allah.
Ya hujan memang rahmat, berkah untuk bumi, dan jika Anda membaca artikel kiriman Aidil Heryana di bawah ini, kita akan semakin terpukau menyadari betapa hebatnya Allah merancang rahmat hujan ini.
Semoga jadi renungan agar kita semakin bersyukur.

MENGAGUMKAN!!! Inilah Fakta Unik Tentang Hujan
Aidil Heryana
Hujan, entah sudah berapa kali ia hadir dalam hidup kita. Berjuta, ataupun bermilyar kali mungkin, ia menemani hari-hari kita. Hadirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita unik berbagai episode kehidupan. Kadang kala ia mengiringi kebahagiaan perjalanan kita dan terkadang ia menjadi sosok penambah perih di hati.

Kita tentu menyukainya. Terlepas dari berbagai peran yang ia jalani. Karena ia menjadi simbol, bahwa masih ada rahmat bagi dunia ini. Bahwa masih ada kasih sayang dari Rabb yang menguasai semesta alam. Hingga kita pun merasakan, telah banyak yang dilupakan manusia. Akan rasa syukur bahwa masih ada setitik kenikmatan dengan turunnya ia.

Ia hadir begitu sering akhir-akhir ini. Dan semua kita mungkin berpikir ada waktu-waktu favorit untuk menunggunya datang. Bagi saya waktu favorit untuk menunggunya datang adalah di sore hari. Sembari menunggu senja serta melepaskan lelah setelah seharian menjalani aktivitas. Kehadirannya membawa kenikmatan tersendiri.

Sahabatku, dibalik semua keindahan tentang hujan ternyata ada beberapa fakta unik tentang hujan yang mungkin belum kita ketahui. Yuuuk kita jabarkan keunikan tersebut :
1. Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.
2. Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan
3. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.
4. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm.
5. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter.
6. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.
7. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.
8. Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik.
9. Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer/kul_kas
10. Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan 'petrichor'.
11. Dan fakta paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. Dan pada titik ini, para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi.

"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)